
Pengenalan SCBA: Fungsi, Jenis, dan Aplikasi dalam Pemadaman Kebakaran serta Operasi Rescue
Dalam dunia pemadaman kebakaran dan penyelamatan (rescue), ancaman terbesar bukan hanya api, tetapi juga asap beracun, gas berbahaya, dan kekurangan oksigen. Untuk menghadapi kondisi ekstrem tersebut, petugas pemadam kebakaran dan tim rescue mengandalkan alat vital bernama SCBA (Self Contained Breathing Apparatus).
Apa Itu SCBA?
SCBA adalah alat bantu pernapasan mandiri yang memungkinkan penggunanya bernapas tanpa bergantung pada udara sekitar. Udara bersih disimpan dalam tabung bertekanan tinggi dan dialirkan ke masker melalui sistem regulator.
Alat ini wajib digunakan saat:
- Lingkungan penuh asap tebal
- Terdapat gas beracun
- Kadar oksigen rendah
- Area tertutup atau ruang terbatas (confined space)
Fungsi Utama SCBA
SCBA memiliki peran krusial dalam menjaga keselamatan petugas, antara lain:
- Melindungi Sistem Pernapasan
Mencegah terhirupnya gas beracun seperti karbon monoksida (CO), hidrogen sianida (HCN), dan zat kimia berbahaya lainnya. - Memungkinkan Operasi di Lingkungan Berbahaya
Petugas dapat tetap bekerja meski udara tidak layak hirup. - Meningkatkan Waktu dan Efektivitas Operasi
SCBA memungkinkan pemadaman dan penyelamatan dilakukan dengan lebih terkontrol dan aman. - Mengurangi Risiko Cedera dan Kematian
Banyak kasus fatal pada kebakaran terjadi akibat inhalasi asap, bukan luka bakar.
Jenis-Jenis SCBA
1. Open Circuit SCBA (Sistem Terbuka)

Jenis SCBA yang paling umum digunakan oleh pemadam kebakaran.
Cara kerja:
- Udara bertekanan dihirup dari tabung
- Udara yang dihembuskan langsung dibuang ke lingkungan
Karakteristik:
- Tabung berisi udara terkompresi (umumnya 30–45 menit)
- Desain relatif sederhana
- Mudah dirawat dan digunakan
Kelebihan:
- Andal dan praktis
- Cocok untuk operasi kebakaran struktural
- Perawatan lebih mudah
Kekurangan:
- Durasi terbatas
- Konsumsi udara cukup tinggi saat kerja berat
2. Closed Circuit SCBA (Sistem Tertutup / Rebreather)

SCBA jenis ini menggunakan sistem daur ulang udara pernapasan.
Cara kerja:
- Udara yang dihembuskan tidak dibuang
- Karbon dioksida disaring
- Oksigen ditambahkan kembali ke sistem
Karakteristik:
- Durasi pemakaian lebih lama (hingga beberapa jam)
- Sistem lebih kompleks
Kelebihan:
- Sangat efisien untuk operasi jangka panjang
- Ideal untuk ruang terbatas
Kekurangan:
- Lebih berat dan mahal
- Membutuhkan pelatihan khusus
- Perawatan lebih rumit
Aplikasi SCBA dalam Pemadaman Kebakaran
SCBA menjadi perlengkapan wajib dalam berbagai skenario, seperti:
- Pemadaman kebakaran gedung
- Pencarian dan penyelamatan korban di dalam bangunan
- Overhaul pasca kebakaran
- Kebakaran industri dan bahan kimia
- Operasi di area dengan asap tebal dan suhu tinggi
Tanpa SCBA, petugas berisiko kehilangan kesadaran hanya dalam hitungan menit.
Aplikasi SCBA dalam Operasi Rescue
Selain pemadaman, SCBA juga digunakan dalam berbagai operasi penyelamatan, antara lain:
- Rescue di ruang terbatas (confined space)
- Insiden kebocoran gas
- Rescue di terowongan dan basement
- Evakuasi korban di area beracun
- Operasi SAR di lingkungan industri
SCBA memastikan petugas dapat fokus pada penyelamatan tanpa mengorbankan keselamatan diri.
Penutup
SCBA bukan sekadar alat bantu, melainkan peralatan keselamatan utama bagi pemadam kebakaran dan tim rescue. Pemahaman tentang fungsi, jenis, dan aplikasinya sangat penting agar alat ini digunakan secara tepat dan maksimal. Investasi pada SCBA yang sesuai standar, ditambah pelatihan rutin, merupakan langkah penting untuk menekan risiko fatalitas dalam setiap operasi darurat.
PT. Aman Multi Indonesia siap menjadi mitra terpercaya Anda dalam solusi K3, Fire Alarm, dan Fire Hydrant.
Kami menyediakan layanan konsultasi, instalasi, inspeksi, hingga perawatan sesuai standar keselamatan.
📞 Hubungi kontak kami sekarang untuk memastikan sistem proteksi kebakaran dan K3 di tempat Anda berjalan optimal.
Kontak Kami : https://wa.me/6281575383875




