• April

    23

    2025
  • 409
  • 0
Kebakaran Karena Listrik: Bagaimana Pemadam Mengatasinya?

Kebakaran Karena Listrik: Bagaimana Pemadam Mengatasinya?

Korsleting listrik adalah penyebab kebakaran yang sangat umum, terutama di lingkungan rumah, kantor, bahkan gedung bertingkat. Tapi pertanyaannya: bagaimana cara petugas pemadam kebakaran menghadapinya? Bukankah air dan listrik itu kombinasi yang sangat berbahaya?

Yuk, kita kupas bagaimana pemadam menangani kebakaran akibat listrik, dengan strategi khusus dan alat yang tepat!

Apa Itu Kebakaran Karena Korsleting?

Korsleting listrik terjadi ketika arus pendek mengalir tidak pada jalur semestinya—biasanya karena kabel rusak, instalasi buruk, atau beban berlebih.

Akibatnya:

  • Timbul percikan api (spark)
  • Kabel panas dan meleleh
  • Api menyambar material mudah terbakar (tirai, kayu, plastik)

Catatan penting: api akibat korsleting sering terjadi diam-diam dan cepat membesar, karena bermula dari dalam dinding atau langit-langit.

Apa yang Dilakukan Petugas Pemadam?

1. Identifikasi Sumber Listrik

Sebelum bertindak, tim Damkar mengidentifikasi apakah masih ada aliran listrik di area kebakaran. Jika iya, mereka akan:

  • Mematikan aliran listrik utama (melalui MCB/listrik PLN)
  • Menghubungi teknisi jika sumbernya tidak bisa dijangkau

Air tidak akan digunakan sebelum aliran listrik dipastikan mati.

2. Gunakan Alat Pemadam Non-Konduktif

Sambil menunggu listrik dimatikan, petugas menggunakan alat yang aman terhadap arus listrik, seperti:

  • APAR CO₂ (karbon dioksida): memadamkan api tanpa meninggalkan residu dan tidak menghantarkan listrik
  • APAR Dry Chemical (serbuk kering): efektif untuk kelas kebakaran listrik

Kedua jenis ini digunakan secara terarah untuk menekan api tanpa risiko tersengat listrik.

3. Pendekatan Bertahap dan Terukur

Setelah listrik padam, baru mereka bisa:

  • Menyemprot dengan air (jika diperlukan)
  • Membongkar bagian tembok, langit-langit, atau peralatan untuk mengecek sisa api
  • Memastikan tidak ada bara api yang tersembunyi (firewatch)

4. Gunakan Peralatan Pelindung dan Isolasi

Seluruh petugas akan memakai:

  • Sarung tangan isolasi
  • Sepatu boot karet
  • Alat deteksi tegangan (voltage tester)

Ini penting untuk memastikan tidak ada kejutan listrik saat bertugas di area bertegangan tinggi atau instalasi terbuka.

Kenapa Tidak Sembarangan Semprot Air?

Karena air adalah penghantar listrik. Jika listrik belum dimatikan:

  • Menyemprot air bisa menyetrum petugas
  • Bisa menyebarkan api ke tempat lain
  • Risiko korsleting meluas ke sistem listrik lainnya

Apa yang Bisa Kamu Lakukan Saat Ada Kebakaran Listrik?

JANGAN langsung menyiram dengan air. Sebagai gantinya:

  1. Cabut stop kontak atau matikan listrik utama
  2. Gunakan APAR tipe CO₂ atau Dry Chemical jika tersedia
  3. Panggil pemadam kebakaran secepatnya (113)

Kesimpulan

Kebakaran akibat korsleting bukan cuma soal api — tapi juga soal listrik aktif yang tidak bisa dilawan sembarangan. Petugas pemadam kebakaran punya prosedur khusus dan peralatan aman untuk menghadapi jenis kebakaran ini.

Jadi, meski tampak sederhana, kebakaran listrik justru salah satu yang paling tricky. Kuncinya: jangan panik, jangan asal siram, dan biarkan ahlinya menangani dengan cara yang tepat.

LEAVE A COMMENT

Your comment will be published within 24 hours.

© Copyright 2024 Aman Multi Indonesia by Mazter ID