Semarang – Dalam upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran, Gandhi Memorial Intercontinental School (GMIS) Semarang menyelenggarakan pelatihan pemadam kebakaran bagi siswa, guru, dan staf sekolah. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 20 Oktober 2024, dan diikuti oleh seluruh warga sekolah dengan antusias. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang langkah-langkah pencegahan kebakaran serta cara menangani situasi darurat kebakaran.
Pelatihan ini menghadirkan tim pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang yang memberikan materi teoritis dan praktik langsung. Kegiatan dimulai dengan sesi presentasi tentang penyebab kebakaran, cara mencegahnya, serta prosedur evakuasi yang aman. Peserta juga diajarkan tentang penggunaan alat pemadam api ringan (APAR) dan teknik dasar memadamkan api.
Setelah sesi teori, peserta diajak untuk melakukan simulasi kebakaran. Dalam simulasi ini, tim pemadam kebakaran menciptakan skenario kebakaran kecil di area sekolah. Siswa dan guru dilatih untuk merespons situasi tersebut dengan tenang dan terorganisir. Mereka diajarkan cara menggunakan APAR, memadamkan api, serta melakukan evakuasi dengan cepat dan aman.
Kepala Sekolah GMIS Semarang, Ibu Anindita Dewi, menyatakan bahwa pelatihan ini sangat penting untuk membekali warga sekolah dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan dalam menghadapi situasi darurat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap orang di lingkungan sekolah memahami bagaimana bertindak jika terjadi kebakaran. Keselamatan adalah prioritas utama kami,” ujarnya.
Selain itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari program pendidikan karakter di GMIS Semarang. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar tentang keselamatan, tetapi juga tentang tanggung jawab, kerja sama, dan kepemimpinan dalam situasi krisis. “Kami berharap siswa dapat mengambil pelajaran berharga dari kegiatan ini dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Ibu Anindita.
Para peserta pelatihan menyambut positif kegiatan ini. Salah seorang siswa kelas 8, Ravi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberinya pengetahuan baru yang sangat berguna. “Saya jadi tahu bagaimana cara menggunakan APAR dan apa yang harus dilakukan jika terjadi kebakaran. Ini sangat penting untuk keselamatan kita semua,” katanya.
Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, GMIS Semarang berharap dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan siap menghadapi berbagai situasi darurat. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan kebakaran.
Pelatihan pemadam kebakaran di GMIS Semarang tidak hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga bentuk komitmen sekolah dalam menjaga keselamatan dan kesejahteraan seluruh warga sekolah. Dengan kolaborasi antara sekolah dan instansi terkait, diharapkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan penanganan kebakaran dapat terus ditingkatkan.



